Tampilkan postingan dengan label asi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2009

BB tidak naik : tetap memaksakan ASIX atau tambah sufor?

Bunda Arka ask...

Moms..
Babyku usia 23 hr, BB lahir 3,4 kg, sampai hari ini masih 3,4 kg. Sp.A-nya bilang seharusnya BB-nya sudah naik, kmd tanya menyusuinya gmn? sejauh ini pipis >8x per hari, BAB emg jarang paling 3-4x per hari, frekuensi nyususering banget tiap 1 jam sekali, satu kali nyusu skitar 30 menit, setelah itu tidur, ga lama bangun lagi. kl malem lebih intensif, sampe nyaris ga tidur sama sekali. udah ke konsultan laktasi, dilihat latch on katanya udah bnr, jd ktnya lebih sering disusui aja. rasanya ga mungkin diperbanyak lg deh frekuensi nyusunya,secara kl diamati siang hr cuma ada jeda 30 menit, malem nempel terus, bgmn lagi harus dipersering?? Sp.A-nya bilang demi kesehatan anak lebih baik ditambah sufor, krn tampaknya ASIX-nya ga berhasil.

Ada saran mom, what should i do? Apakah bertahan dengan ASIX tp bayiku jd kurus, or tambah sufor demi kesehatannya?


Mia Sutanto, Konselor Laktasi
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) answer...

Menurut ilmu kedokteran mmg bayi baru lahir rata2 akan kehilangan BB sampai max10%. Arka waktu plg dari rumah sakit berapa BBnya? Kemudian, dlm waktu 2 minggu setelah bayi pulang ke rumah, diharapkan BB sudah naik lagi ke BB lahir.

Kemungkinan yang terjadi adalah ada kenaikan BB tetapi sangat lambat (diharapkan dlm 3 bln pertama kenaikan BB adlh min 500gr/bln). Kenapa? Nah ini yang harus dicari penyebabnya.

Kalau dilihat dari frekuensi BAK dan BAB, Arka sepertinya sudah cukup mendapatkan ASI. Tetapi ASI yang mana? Yang foremilk (kandungan lemak sedikit) atau yang hindmilk (kandungan lemak tinggi).

Berarti skrg harus dilihat, Arka menyusu secara EFEKTIF atau tidak? Lama dan sering menyusunya bukan berarti bayi minum ASI secara efektif. Yang perlu diperhatikan:

1. Pelekatan sdh benar atau blm;
2. Apakah terlihat bayi MINUM setiap kali menyusu, atau ternyata hanya ngempeng saja?
3. Bayi yg pelekatannya sdh benar bisa saja ternyata lebih sering ngempeng, kenapa..? Karena aliran ASInya kurang/tidak deras shg bayi malas mengisap dan kemudian jadi sedikit minum ASI. Untuk ini, bisa dicoba teknik breastcompression (meremas payudara) setiap kali terlihat bayi mengisap tetapi tidak menelan.

Jangan lupa tetap mengkonsumsi makanan2 yg dipercaya dapat meningkatkan produksiASI, tmsk makanan2 yg tinggi protein.

Kalau ternyata permasalahannya karena produksi ASI rendah, bisa dicoba juga utk konsultasi dgn dokter ahli laktasi utk mengkonsumsi obat utk meningkatkan produksi ASI.

Setelah semua daya upaya utk meningkatkan produksi ASI sdh dilakukan, tmsk minum obat, tmsk memastikan bayi minum ASI dgn teknik breast compression, dan ternyata bayi tidak berkembang dgn baik...selama bayi msh dibwh 4bln bisa dipertimbangkan utk diberikan tambahan sufor. TAPI, sufor tidak diberikan dgn botol + dot,melainkan langsung di payudara ibu dengan teknik suplementasi menggunakan alat bantu laktasi (lactation aid).

Bunda Arka, mudah2an sedikit penjelasan saya bisa membantu...and remember, there is more to breastfeeding than just breastmilk.

Breastfeed with love...!!

Salam ASI!

Selasa, 28 April 2009

ASI/ASIP dalam masa MPASI

Lanjutan MP-ASI...

Untuk bayi 6-12 bulan, ASI tetap yang utama...walaupun nilai kalorinya berkurang (dari 70% kemudian jadi 55%)...makanya MPASI disebut sbg makanan pendamping ASI, bukan pengganti ASI (komplementer). Yang harus diingat, ASI tdk hanya mengandung kalori, tetapi juga vitamin dan mineral serta zat2 imunitas...memang benar mulai 6 bulan asupan zat besi tidak cukup hanya dari ASI saja, tetapi hrs dr sumber makanan lainnya juga...tapi ternyata, di tahun kedua (stlh anak lulus S2 ASI), jmlh zat2 imunitas dlm ASI justru bertambah.

Mungkin yang saya ingin coba sampaikan adalah:

1) Mengingat caloric content ASI yg berkurang, sebaiknya tidak gampang menyerah apabila bayi GTM dengan alasan "toh dia tetep minum ASI"...mungkin sbg solusi sementara tdk apa2, tetapi ada baiknya apabila tdk digunakan sbg long term solution;

2) Karena MPASI sifatnya komplementer, usahakan agar MPASI tidak menggantikan ASI... salah satu caranya adlh dgn menyusui atau memberikan ASIP terlebih dahulu sblm memberikan MPASI;

3) ASI diberikan 'on demand' dan MPASI diberikan 'on cue'...artinya, tetap susui bayi kapanpun dia mau, dan berikan MPASI juga sesuai dgn kemauannya berdasarkan tanda2 yg diberikan bayi ... ada kalanya bayi ingin lebih byk ASI, ada kalanya pengen makan lebih banyak... perhatikan keinginan bayi anda;

4) Kalaupun porsi MPASI semakin meningkat, dan menjelang 1thn lbh byk dari porsi ASI, bukan berarti ASI-nya sengaja dikurangi...usahakan agar konsumsi ASI-nya tetap sama;

5) Walaupun ASI tetap asupan utama utk bayi usia 6-12bln, bukan berarti kita tidak/kurang memperhatikan asupan MPASI-nya...guidelines utk pemberian MPASI ttp diperhatikan (when, where, how, how much, dll).

Pada akhirnya, yang terpenting adalah perhatikan apa yang diinginkan oleh bayi anda. Lagi GTM? Cari tahu penyebabnya (teething, mau sakit, bosan, dll), dan coba utk atasi... sementara itu perbanyak pemberian ASI-nya (temporary solution). Kadangkala alasan bayi GTM karena mmg butuh lbh byk asupan ASI... karena sdg teething jd butuh comfort sucking, atau mau sakit jadi butuh lbh byk zat imunitas.

So moms, tiap anak beda loh...and your baby is unique. Perhatikan tanda2 yang diberikan olehnya...kadang kala bisa more MPASI more ASI, atau more MPASI less ASI, more ASI less MPASI atau bahkan less MPASI less ASI. Bayi juga sudah bisa memilih loh, so let him decide when to have more and when to have less...tapi sambil tetep memperhatikan total asupan gizinya.

Breastfeed with love..!!

Sumber: Mia Sutanto,
Konselor Laktasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia

Sabtu, 31 Januari 2009

ASIP is ASI with SUFOR Style

STOP!!!! JANGAN ADA YANG PROTES SEBELUM BACA LENGKAP POSTINGAN INI!!!!

Ini ada artikel postingan dari blognya dr.Agus CN yang rame karena menyesatkan buat para moms yang pro ASI sekaligus *sedikit penghiburan* buat para moms yang ga bisa kasi ASI.
Dikutip dari http://balitakami.wordpress.com/2008/10/19/10-pembenaran-tidak-memilih-asi/
Yah, kl sekarang blognya udah ganti jd draguscn.wordpress.com

PS: Warna yang ini, berarti kutipan dari artikel tersebut, warna yang ini, komentar saya mengenai tulisan tersebut. Ok, silakan baca terus...]

10 'pembenaran' tidak memilih ASI langsung, tapi metode ASIP

[Atau ASIP = ASI with SUFOR style]

Diterbitkan 19 Oktober 2008 air susu ibu , nutrisi , susu formula Tags: ASI, makanan bayi, menyusui

Bagaimanapun juga ada beberapa keadaan yang memaksa ibu untuk tidak memberikan ASI. Dan juga beberapa pembenaran yang biasanya disebutkan sebagai alasan tidak memberikan ASI kepada bayi. Ini benar, tapi jangan lupa, siapa tau maksudnya bayinya ga mau nyusu langsung dari PD. Masih ada harapan melalui ASI Perah tho... Susu formula bukan harus dihindari. Karena kelak pada usia diatas 6 bulan seorang anak tetap harus mendapatkan susu formula karena kebutuhannya tidak bisa lagi terpenuhi dengan hanya memberikan ASI. Sebisa mungkin ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Susu formula maupun UHT baik untuk dikonsumsi setelah lewat masa ASI. Bahkan orang dewasa pun tetap butuh susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium...

1. Kepuasan yang lebih lama bagi bayi. Susu formula lebih sulit dicerna daripada ASI, dan endapan besar seperti karet yang dibentuknya akan tinggal lebih lama di lambung bayi, menimbulkan kenyang selama beberapa jam, dan memper­panjang waktu di antara waktu-waktu pemberian susu sampai tiga atau empat jam. Di sisi lain, karena ASI begitu mu­dah dan cepat dicerna, banyak bayi yang begitu sering disusui sehingga kadang-­kadang tampak seperti tidak pernah lepas dari payudara ibunya.

Kalau saya pribadi si, ga bilang kalo si bayi itu puas... Kembali lapar emang lebih lama aja, karena susu formula lebih sulit dicerna. Tapi tabungan ASIP-nya banyak si, ga masalah donk... Kalo kurang, ya tinggal nambah lagi mom...

2. Mudah memantau jumlah yang diminum bayi. Anda dapat tahu berapa banyak susu yang diminum oleh bayi dari botolnya. Sedangkan pada pemberian ASI, payudara ibu tidak dapat mengukur jumlah susu yang diminum bayi, sehing­ga ibu yang belum berpengalaman seringkali khawatir bahwa bayinya tidak cukup minum.

Kalau bayi minum ASIP, kita juga bisa tau koq berapa jumlah yang diminum bayi kita... Kalau udah tau kebiasaan bayi kita minumnya seberapa, pasti setiap kali merah, kita bisa targetin juga. Inget, demand and supply... Tapi kalau ga penuhi target ya jangan dibawa stress, ntar malah ga keluar deh..

3. Lebih bebas. Pemberian susu melalui botol tidak mengikat para ibu. Ingin makan malam di luar dan nonton bersama suami anda? Atau bahkan pergi berlibur di akhir pekan? Nenek dengan senang hati akan mau menjaga bayi dan mengambil alih kehormatan untuk mem­beri minum susu. Anda ingin berumur tiga bulan? Tidak perlu anda menyapih bayi dan memeras air susu keluar. Cukup me­ngatakan pada baby sitter™ dimana letak botol dan bubuk susunya, dan anda bisa pergi.

4. Ayah dan Kakak bayi dapat lebih berperan serta. Ayah dan kakak bayi dapat turut menikmati kesenangan dalam memberi makan bayi, bila bayi diberi susu botol, yang tidak me­mungkinkan pada ibu menyusui.

Pemberian ASIP juga tidak mengikat para ibu.. Tinggal menunjukkan pada suami, nenek, ataupun siapa aja yang jaga bayi kita untuk memanaskan stock ASIP di kulkas..

5. Lebih sedikit tuntutan kepada ibu. Seorang ibu yang sangat lelah karena per­salinan yang sulit, mungkin akan senang bila ia tidak usah bangun di tengah maam, bahkan pada dinihari, untuk memberi susu pada bayinya. Ayah, nenek, perawat bayi – atau siapapun yang bersedia –dapat mengambil alih tugas tersebut sampai si ibu telah lebih kuat. Juga lebih sedikit beban fisik pada ibu, jika ia tidak harus mem­produksi susu.

Persalinan memang kebanyakan melelahkan..(saya rasa ada juga koq yang persalinannya mudah2 aja n ibunya ga kelelahan) Yah, awal2 emang berjuang sedikit gpp tho.. Nanti kalau ASIP-nya udah ga kejar tayang, bisa juga koq agak santai sedikit.. Stock di kulkas banyak, tinggal minta bantuan mereka untuk menghangatkan n kasi ke bayinya. Kalo saya si, lebih senang saya yang kasi langsung si.. Tapi melibatkan suami, nenek, n siapa aja yang waktu itu lagi nemeni Cella juga gpp deh.. Biar dia menjalin sosialitas dengan orang2 sekitarnya juga..

6. Tidak mengganggu model baju. Seorang ibu yang memberi susu botol pada bayinya, dapat berpakaian sebagai­mana yang ia inginkan.

Kalau ASIP, bisa juga koq..

7. Lebih sedikit pembatasan dalam metoda keluarga berencana. Seorang ibu yang menyusui harus membatasi pilihan metoda KB dengan yang bukan hormon. Bila menggunakan susu formula metode KB bisa apa saja.
Metode KB kan juga bukan cuma satu tho... Pilihan untuk ibu menyusui juga ada beberapa koq.. Baca di postingan berikut ini ya..
8. Lebih sedikit tuntutan dan pem­batasan diet. Seorang ibu yang mem­berikan susu botol pada bayinya dapat berhenti makan untuk dua orang. Tidak seperti ibu yang menyusui, ia tidak perlu lagi mendapatkan tambahan protein, kalsium dan vitamin. Sete­lah 6 (enam) minggu pertama pascalahir ia dapat melakukan diet dengan ketat untuk menghilangkan kelebihan berat badannya karena hamil.

Wadoh, koq kesannya seperti balas dendam terhadap penambahan berat badan selama kehamilan ya.. Don't worry... Atur aja pola makan.. Pengalaman saya pribadi, anak saya minum ASIP, makan porsi normal yang penting gizi diperhatikan, dalam waktu 6 bulan, saya turun 20kg.. Biasanya kalau makan porsinya agak banyak, ya persering merah.. Biar bayi kita yang ikut menikmati hasil makan kita..

9. Tidak merasa tertekan bila memberi susu di depan umum. Sudah bisa dipastikan pasti ada sedikit kesulitan bagi ibu-ibu yang menyusui untuk memberikan ASI di tempat-tempat umum. Tidak demikian dengan bila menggunakan susu formula. Ibu yang menyusui dengan dot jarang diperhatikan orang.

Iya, heran juga ya kadang kita melihat mata para pria yang suka jelalatan.. Yah, terpaksa ibu-ibu yang nyusui langsung, kudu pinter2 memposisikan bayi n PD-nya biar ga kemana2 tho.. Yah, kalau pake ASIP, masalah ini terhindari juga si.. Yang penting isinya tetep ASI kan..

10. Tidak mengganggu kegiatan seks. Ehm .. Setelah 9 bulan bahkan mungkin kurang bila anda sangat khawatir dengan kondisi kehamilan, banyak ibu dan ayah yang menunggu saat-saat dimana mereka dapat kembali seperti keadaan sebelum hamil.

Kalau yang ini saya kita ga ada kaitannya sama ASI maupun Sufor deh.. Atur timing yang pas-nya aja deh..
Bagaimanapun juga pada saat anda memilih harus menyusui bayi anda dengan susu formula, lakukanlah dengan penuh cinta kasih. Paling tidak itu yang tidak boleh hilang dari kegiatan menyusui.
Saya setuju. Kalaupun KEADAAN MEMAKSA... yah, apa boleh buat tho.. Tapi jangan korbankan perasaan anak kita ya...

Jumat, 09 Januari 2009

Payudara sehat saat menyusui

Keinginan ibu menyusui buah hatinya sering terhambat oleh ketidaknyamanan saat menyusui,umumnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI, payudara lecet dan semacamnya. Tapi karena kondisi ibu saat itu belum pulih, baik fisik maupun emosi, maka ibu akan merasa tertekan dan memutuskan untuk mengganti ASI dengan susu formula.
Bila ibu terlalu cepat memutuskan beralih ke susu formula, sayang sekali sebab ASI adalah anugerah. Semua nutrisi penting dengan proporsi yang ideal dan dalam bentuk yang mudah diserap bayi, terkandung di dalamnya. Secara medis terbukti tumbuh kembang bayi yang meminum ASI lebih baik dan memiliki daya tahan tubuh optimal serta hubungan emosional ibu dan bayi lebih erat.Di bawah ini ada beberapa kiat agar payudara sehat saat menyusui agar para Ibu termasuk mereka yang aktif berkarir tidak ragu lagi untuk memberikan ASI pada bayinya.
Perawatan payudara
Yang pertama harus diperhatikan adalah bagaimana melakukan perawatan payudara. Perawatan yang perlu dilakukan berupa pemijatan payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting payudara agar bersih dan tidak mudah lecet, serta memperlancar keluarnya ASI.
Pertama cuci dan keringkan tangan lalu olesi dengan baby oil. Tarik dan pelintir puting payudara ke kanan dan ke kiri masing-masing 20 kali. Lalu dengan kedua telapak tangan dan jari-jari, pegang payudara dan pijat ke arah puting payudara sebanyak 10 kali. Terakhir, pijat areola (daerah yang berwarna gelap) ke arah puting susu dengan menggunakan ibu jari. Lakukan perawatan 2 kali sehari.Setelah melahirkan, pijat dengan telapak tangan mulai dari bagian tengah payudara ke arah atas, berputar ke arah samping bawah dan kembali ke depan. Ulangi gerakan sebanyak 20 - 30 kali. Lalu pijat payudara dengan jari mulai dari pangkalnya ke arah puting sebanyak 20 - 30 kali. Lalu siram payudara kiri dan kanan bergantian dengan air hangat sebanyak 5 kali.
Mengatasi keluhan
Segera atasi keluhan yang muncul agar tidak menjadi lebih parah. Misalnya, payudara bengkak dan keras akibat ASI berlebihan. Atasi keluhan ini dengan cara mengompres payudara dengan air atau flanel hangat.
  • Puting terasa perih dan / atau retak
Batasi waktu menyusui selama 10 menit setiap kali penyusuan. Bila puting retak hentikan kegiatan menyusui minimal 24 jam agar tidak terinfeksi. Jaga payudara agar tetap kering dengan menggunakan bantalan dalam BH yang diganti secara teratur dan angin-anginkan payudara sesering mungkin serta olesi payudara dengan minyak lanolin. Usahakan bayi melahap seluruh puting saat menyusu dan gunakan pelindung puting payudara yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui jika puting terluka. Segera periksakan ke dokter jika puting masih tetap luka.
  • Air susu merembes
Keluhan yang membuat Ibu kurang nyaman saat menyusui adalah pakaian basah akibat rembesan ASI. Selain dapat merusak penampilan, hal ini juga tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena payudara yang lembab dapat menjadi sumber berkembangnya bakteri dan jamur, sehingga dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk mengatasinya hindari pemakaian sapu tangan, handuk maupun tissue karena akan membuat payudara tetap basah dan lembab. Pilihlah bantalan BH khusus untuk menahan rembesan ASI.
Di pasaran banyak dijual produk Breast Pad, bantalan BH yang mampu mencegah ASI agar tidak merembes ke permukaan pakaian dan menjaga puting payudara tetap kering dan bersih. Ada yang dibuat dari bahan khusus yang dapat mengubah ASI menjadi bentuk gel dan lapisan luarnya terbuat dari tissue yang dilaminasi sehingga rembesan ASI tidak membasahi pakaian maupun permukaan payudara. Biasanya untuk sekali pakai. Ada juga yang terbuat dari kain lembut yang dapat dicuci untuk dipakai lagi. Yang penting pilihlah Breat Pad yang bahannya lembut dan halus sehingga nyaman dipakai. Seringlah mengganti Breast Pad, minimal 2 kali sehari.
sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m

Rawat Gusi meski Belum Tumbuh Gigi

Meski giginya belum tumbuh, bayi tetap harus menjalani perawatan gusi, lidah, dan mulut. Dengan begitu, bayi terhindar dari infeksi jamur. ''Perawatan gusi, lidah, dan mulut ini minimal dilakukan sehari sekali,'' kata drg Udijanto SpKGA, ahli kesehatan gigi anak Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair.

Dijelaskan, setelah minum susu, kadang muncul bercak putih yang menempel di gusi dan lidah bayi. Itu sisa-sisa susu. ''Biasanya, bercak putih tersebut muncul pada bayi yang mengonsumsi susu formula. Pada bayi yang minum ASI (air susu ibu), jarang sekali ada bercak ini,'' kata Udijanto.

Bercak putih yang sama juga bisa muncul akibat dot bayi yang tak disterilkan. Atau, bisa juga dari empengan yang kurang bersih. Ahli gigi anak itu mengatakan, dot bayi seharusnya tak dipakai berulang-ulang atau berjam-jam. Sebab, ada kemungkinan dalam dot tersebut sudah ada jamur yang menempel.

Belum lagi kemungkinan dot tersebut jatuh, lalu langsung diberikan lagi ke bayi tanpa dibersihkan ulang. ''Jamur kan banyak yang tak kasat mata. Mana tahu bila dot yang jatuh itu tertempel jamur. Kalau itu terjadi, gusi atau lidah bayi bisa terinfeksi,'' imbuhnya.
Selain itu, lanjut Udijanto, perawatan tersebut juga perlu agar bayi terbiasa menerima sensasi pada gusi yang dibersihkan. ''Itu adaptasi sebelum bayi diajari menyikat gigi. Jika sejak dini orang tua sudah aktif merawat gusi, tak akan sulit mengajari anak menyikat gigi,'' tuturnya.

Cara membersihkan gusi bayi, menurut Udijanto, sangat mudah. Tak perlu meggunakan sikat gigi khusus. Cukup bersihkan gusi dengan kapas atau kassa yang dibasahi air matang. Lalu, pelan-pelan gosokkan ke gusi. ''Jangan gunakan air yang terlalu dingin atau terlalu hangat. Biasanya bayi akan kaget dan tak mau lagi,'' katanya.

Dianjurkan pula membersihkan gusi bayi dengan mengajaknya bermain. Dengan bagitu, bayi tak merasa kesakitan atau terlalu geli. Bila jari tangan orang tua terlalu besar, atau mulut bayi terlalu kecil, bisa dipakai cotton bud yang kapasnya besar. ''Lama-lama bayi akan terbiasa dengan perawatan gusi ini. Jika tahu enaknya gusi dibersihkan, bayi tak akan menolak,'' paparnya.

Sumber : batampos.co.id

Kamis, 08 Januari 2009

Manfaat dan Keunggulan ASI

ASI mengandung zat gizi yang sangat lengkap, antara lain zat putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormone, enzim, dan zat kekebalan. Semua zat ini terdapat secara proporsional dan seimbang satu dengan lainnya. ASI merupakan nutrisi yang paling lengkap untuk pertumbuhan bayi, sehingga tidak mungkin ditiru oleh buatan manusia.
Bayi manusia akan mencapai 2 kali berat badan lahirnya lebih lambat (6 bulan). Jenis mamalia seperti sapi, kambing, tikus, waktu yang diperlukan untuk mencapai 2 kali berat badan lahir yaitu berturut-turut 47 hari, 19 hari dan 6 hari.
Komposisi susu yang dihasilkan oleh mamalia ini berbeda dengan ASI.
Telah dibuktikan pula, bahwa komposisi ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (ASI premature) berbeda dengan ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi cukup bulan (ASI matur). Demikian pula komposisi ASI yang keluar pada hari-hari pertama sampai hari ke 3-5 (kolustrum) berbeda dengan ASI yang diproduksi hari 3-5 sampai hari ke 8-11 (ASI transisi) dan ASI selanjutnya (ASI matur). Komposisi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi .
ASI bermanfaat bukan hanya untuk bayi saja, tetapi juga untuk ibu, keluarga, dan Negara.
Manfaat ASI untuk bayi
  • Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi

Lemak
Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Walaupun kadar lemak ASI tinggi, namun mudah diserap oleh bayi karena adanya trigliserida dalam ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI.

ASI mengandung asam lemak esensial yaitu asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3). Kedua asam lemak tersebut adalah precursor asam lemak tidak jenuh rantai panjang disebut docosahexaenoic acid (DHA) berasal dari omega 3 dan arachidonik acid (AA) berasal dari omega 6, yang fungsinya sangat penting untuk pertumbuhan otak anak.

Kadar lemak ASI matur dapat berbeda menurut lama menyusui. Pada permulaan menyusu (5 menit pertama) disebut foremilk dimana kadar lemak ASI rendah (1-2 g/dl) dan tinggi pada hindmilk (ASI yang dihasilkan pada akhir menyusu, setelah 15-20 menit).

Karbohidrat
Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa, yang kadarnya paling tinggi disbanding susu mamalia lain. Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim lactase yang sudah ada dalam mukosa saluran cerna bayi sejak lahir. Laktosa juga merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.

Protein
Protein dalam susu adalah kasein dan whey. Kadar protein ASI 60% adalah whey, yang lebih mudah dicerna disbanding kasein (protein utama susu sapi). Kecuali mudah dicerna, dalam ASI tersapat dua macam asam amino yang tidak terdapat dalam susu sapi yaitu sistin dan taurin. Sistin diperlukan untuk pertumbuhan somatik, sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak.

Garam dan mineral
ASI mengandung garam dan mineral yang rendah. Hal ini sangat menguntungkan bagi neonatus karena fungsi ginjal yang belum optimal.
ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang sedikit, namun mudah diserap dibandingkan zat besi dalam susu sapi.

Vitamin
ASI mengandung vitamin yang diperlukan oleh bayi. Vitamin K yang diperlukan untuk proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap.

  • Mengandung zat Protektif

Laktobasilus bifidus
Laktobasilus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E. coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Laktobasilus mudah tumbuh cepat dalam usus bayi yang mendapat ASI. Susu sapi tidak mengandung faktor ini.

Laktoferin
Laktoferin adalah protein yang berikatan dengan zat besi. Laktoferin bermamfaat untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan jamur kandida.

Lisozim
Lisozim meningkat pada 6 bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini merupakan keuntungan karena setelah 6 bulan bayi mulai mendapat makanan tambahan dan lisozim merupakan faktor pelindung terhadap kemungkinan serangan bakteri dan penyakit diare pada periode ini.

Antibodi
ASI terutama kolustrum mengandung immunoglobulin yaitu secretory IgA (SIgA), yang berguna untuk pertahanan tubuh bayi.

Tidak menimbulkan alergi
Pada bayi baru lahir system IgE belum sempurna. Pemberian susu formula akan merangsang aktivasi system ini dan dapat menimbulkan alergi. ASI tidak menimbulkan efek ini. Pemberian protein asing yang ditunda sampai mur 6 bulan akan mengurangi kemungkinan alergi ini.

  • Efek psikologis yang menguntungkan

Waktu menyusu kulit bayi akan menempel pada kulit ibu. Kontak kulit yang dini ini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan bayi kelak. Dengan foto inframerah, payudara ibu menyusui lebih hangat disbanding ayudara ibu yang tidak menyusui.
Interaksi yang timbul waktu menyususi antara ibu dan bayi akan menimbulkan rasa aman bagi bayi. Perasaan aman ini penting untuk menimbulkan dasar kepercayaan pada bayi (basic sense of trust), yaitu dengan mulai dapat mempercayai orang lain (ibu) maka akan timbul rasa percaya pada diri sendiri.

  • Menyebabkan pertumbuhan yang baik

Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, dan mengurangi kemungkinan obesitas. Frekwensi menyusui yang sering (tidak dibatasi) akan menyebabkan volume ASI yang dihasilakan lebih banyak.

  • Mengurangi kejadian karies dentis

Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi disbanding yang mendapat ASI, karena kebiasaaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.

  • Mengurangi kejadian maloklusi

Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.

Manfaat ASI untuk ibu

  • Aspek kesehatan ibu
    Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin. Oksitosin membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya perdarahan paska persalinan, menunda proses haid dan mengurangi prevalensi anemia.
  • Aspek keluarga berencana
    ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan.
  • Aspek psikologis
    Ibu akan merasa bangga dan diperlukan, jika dapat menyusui bayinya, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.

Manfaat ASI untuk keluarga
ASI tidak perlu dibeli sehingga ekonomis dan praktis karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja.

Manfaat ASI untuk Negara

Pemberian ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, mengurangi subsidi untuk rumah sakit, mengurangi devisa untuk membeli susu formula dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.


Sumber :
Manajemen laktasi, Perinasia, Jakarta, 2004.
Mengenal ASI eksklusif, Utami Roesli, Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta, 2005

Minggu, 04 Januari 2009

Good News for Flat Nipple Breastfeeding

Apabila anda memiliki masalah puting terbalik/melesak (inverted nipple / flat nipple), periksakanlahpayudara dan puting anda kepada dokter atau konsultan laktasi. Dengan perlakuan yang tepat dan persiapan yang matang, dan juga ketabahan hati, anda akan dapat menyusui bayi dengan sukses meskipun puting anda terbalik[1].

Bagaimana menguji bila anda memiliki puting terbalik atau tidak?
Tekanlah daerah aerola menggunakan jempol dan telunjuk, persis hingga bagian ujung puting. Jika ujung putting melesak keluar, meskipun sedikit, artinya puting anda tidak terbalik. Namun, jika ujing puting melesak ke dalam payudara, dan perlu diberikan perlakuan khusus. Kadang kala, puting yang menonjol ketika ditekan malah melesak ke dalam: fenomena ini dinamakan pseudoinverted nipples, dan juga perlu dirawat secara khusus.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menarik keluar puting
Ada beberapa tehnik yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan puting agar bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan. Tehnik- tehnik ini bisa dilakukan saat hamil maupun saat memulai menyusui.

Menggunakan breast shells.
Breast shells, atau mangkuk payudara, meningkatkan elastisitas kulit selama kehamilan. Breast shell menekan aerola dengan lembut dan konstan sehingga menarik puting keluar. Mangkuk payudara ini dipakai di dalam bra yang sebaiknya dipilih berukuran lebih besar agar dapat menampung mangkuknya. Idealnya, breast shell ini mulai digunakan pada trimester ketiga kehamilan untuk beberapa jam sehari hingga secara bertahap digunakan semakin sering. Saat bayi lahir bisa digunakan sekitar 30 menit sebelum menyusui untuk membantu mengeluarkan puting. Namun, jangan gunakan saat malam hari dan ASI yang tertampung di dalamnya harus dibuang.

Hoffman Technique.
Melakukan teknik ini beberapa kali dalam sehari dapat membantu melepaskan lekatan pada dasar puting. Cara melakukanya: letakkan ibu jari pada puting-tepat pada dasar puting, bukan aerola. Kemudian tekan lembut, pada saat bersamaan tarik ibu jari menjauh satu sama lain. Sehingga puting akan meregang keluar. Lakukan 5 hari sekali dengan pposisi ibu jari yang berpindah pindah.

Pompa ASI.
Setelah kelahiran, penggunaan pompa ASI yang efektif sangat membantu menarik puting yang rata atau tenggelam sebelum menyusui untuk mempermudah pelekatan.

Stimulasi pada puting.
Setelah kelahiran, bila puting agak menonjol dan dapat dipegang, ibu bisa melakukan gerakan menggulung pada puting dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk selama satu atau dua menit lalu segera sentuh puting dengan kain yang lembab dan dingin atau es batu yang dibungkus kain (hindari penggunaan es secara terus menerus karena dapat menghambat ‘letdown reflex’ dan membuat puting terlalu kebas tidak sensitif).

Menarik payudara ke belakang saat pelekatan.
Saat Anda menyangga payudara untuk melakukan pelekatan dengan posisi ibu jari diatas dan empat jari lain di bawah payudara menyorong menjauh dari dada, tarik payudara sedikit ke belakang ke arah dada (arah ibu) untuk membantu puting agar menonjol.

Nipple shield/ sambungan puting.
HANYA DIGUNAKAN SEBAGAI PILIHAN TERAKHIR, nipple shield berbentuk seperti puting terbuat dari silikon, digunakan pada puting ibu selama menyusui sehingga memungkinkan bayi melakukan pelekatan. Untuk mencegah bayi tergantung pada nipple shield, penggunaan nipple shield harus segera dihentikan begitu bayi mampu menyusu dan melakukan pelekatan dengan baik.

Yang patut diingat adalah bayi jangan sampai menghisap ujung puting saja. Bayi harus memasukkan seluruh puting termasuk aerolanya ke dalam mulutnya.
Pada dasarnya, hari-hari awal setelah melahirkan adalah proses belajar baik untuk ibu dan juga untuk bayi, yang memerlukan kesabaran dan ketabahan.

Referensi
BMSG. Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised. Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001.

Sumber : asuh.wikia.com & keluargaandike.multiply.com

Senin, 29 Desember 2008

Ibu Harus Optimis Bahwa ASI Akan Cukup Saat Bekerja

MENGAPA MESKI IBU BEKERJA HARUS TETAP ASI ?
Sejauh ini hampir tidak ada alasan untuk tak memberi ASI eksklusif pada si kecil, Meskipun ibu bekerja. Sekitar 70 persen ibu di Indonesia bekerja. Ini berarti, banyak ibu yang tak bisa menyusui. Namun bukan berarti si kecil tak bisa mendapatkan ASI sama sekali.
Memang ASI peras tak bisa menggantikan tindakan menyusui itu sendiri. Tetapi hal itu tidak masalah bila memang ibu harus bekerja
Faktanya : banyak ibu ketakutan atau tidak percaya diri bahwa asi akan cukup saat ibu bekerja. Sehingga saat ibu mau bekerja pasti akan menanyakan ke dokter anak, "Susu formula apa dok, yang cocok saat saya bekerja ? Jangan, banyak ibu bekerja dengan usaha yang keras, motivasi tinggi dan percaya diri kuat bahwa anaknya bisa diberi asi terus.
Tindakan menyusui punya banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi.
ASI peras hanya dianjurkan bagi bayi-bayi yang ibunya bekerja. Bila ibu tak bekerja atau si bayi bisa dibawa ke tempat di mana ibunya berada, harus diusahakan breast feeding atau menyusui langsung, bukan ASI peras.

STRATEGI PEMBERIAN ASI SAAT IBU BEKERJA
  • Jika memungkinkan bayi dapat dibawa ketempat ibu bekerja. Namun hal ini akan sulit dilaksanakan apabila di tempat bekerja atau di sekitar tempat bekerja tidak tersedia sarana penitipan bayi atau pojok laktasi. Bila tempat bekerja dekat dengan rumah, ibu dapat pulang untuk menyusui bayinya pada waktu istirahat atau minta bantuan seseorang untuk membawa bayinya ketempat bekerja.
  • Ibu sudah harus belajar cara memerah ASI segera setelah bayi lahir. Sebelum pergi bekerja ASI dikeluarkan dan dititipkan pada pengasuh bayi untuk diberikan kepada bayi. Sediakan waktu yang cukup dan suasana yang tenang agar ibu dapat dengan santai mengeluarkan ASI. ASI dikeluarkan sebanyak mungkin dan ditampung di cangkir atau gelas yang bersih. Walaupun jumlah ASI hanya sedikit tetap sangat berguna bagi bayi. Tinggalkan sekitar ½ cangkir penuh (100 ml) untuk sekali minum bayi saat ibu keluar rumah. Tutup cangkir yang berisi ASI dengan kain bersih, simpan di tempat yang paling sejuk dirumah, di lemari es, atau ditempat yang aman, agak gelap dan bersih. ASI jangan dimasak atau dipanaskan, karena panas akan merusak bahanbahan anti infeksi yang terkandung dalam ASI. Setelah ASI diperah bayi tetap disusui untuk mendapatkan ASI akhir (hindmilk), karena pengisapan oleh bayi akan lebih baik daripada pengeluaran ASI dengan cara diperah.
  • Selama ibu di tempat kerja, peras dan pompalah ASI setiap 3-4 jam sekali secara teratur. Hal ini perlu dilakukan agar produksi ASI tetap terjaga. Karena ASI dibuat based on demand. Pengeluaran ASI dapat membuat ibu merasa nyaman dan mengurangi ASI menetes. Simpan ASI di lemaari es dan dibawa pulang dengan termos es saat ibu selesai bekerja. ASI tersebut bisa disimpan dalam botol dan dan disimpan dalam kulkas (jika di kantor ada kulkas). Atau ibu bisa menyimpannya dalam termos yang diberi es batu atau blue ice.
  • Ibu harus dalam keadaan santai dan tidak terlalu tegang, kondisi psikologis ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian,> 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Saat ibu memeras ASI, jangan tegang dan jangan ditargetkan berapa banyak ASI yg harus keluar. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) untuk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun. Relaks saja ya bu. Buat suasana senyaman mungkin saat memeras ASI. Bawa foto anak jika perlu saat memeras ASI. Peran ayah juga disini sangat dibutuhkan. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar.
  • Beritahu atasan ibu bahwa ibu menyusui dan ingin berhasil memberikan ASI eksklusif. Jelaskan juga bahwa pada jam tertentu ibu perlu waktu khusus untuk memeras ASI.
  • Begitu ibu kembali dari tempat kerja, susukan bayi langsung dari payudara. Hal ini diperlukan untuk menjaga refleks ASI & kerja hormon2 ASI, sehingga produksi ASI tetap terjaga. Jadi ASI peras yg ada bisa disimpan untuk hari-hari berikutnya.
  • Hindari pemberian susu formula. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang.
  • Lakukan perawatan payudara : Massage atau pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

Sumber: breastfeedingproblem.blogspot.com/

Ayah dan pemberian ASI

Ayahpun bisa membantu

Hari-hari pertama merawat bayi baru lahir merupakan saat-saat yang berat. Rasanya, begitu banyak yang harus dilakukan. Untuk mengatasi itu, banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang suami dalam membantu istrinya. Dari mulai menggantikan popok di malam hari, menggendong si kecil jika rewel, sampai memberikan ASI perah.
Memerah ASI memang tidak mudah, sehingga langkah ini tidak selalu menjadi pilihan. Jika Ibu ingin memerah ASI, tunggulah hingga bayi berumur 6 hingga 8 minggu. Pada usia itu bayi sudah terbiasa minum ASI, sehingga di antara waktu menyusui berikutnya, Ibu dapat memerah ASI. Dengan memerah ASI, diharapkan dapat menjaga kesinambungan produksi ASI.
Melibatkan ayah untuk memberi makan si kecil, juga membantu mendekatkan ayah dengan si bayi. Tapi, untuk itu bayi Ibu maupun suami Ibu perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Sabar, adalah kuncinya
Mengganti popok atau memberi susu di malam hari, akan sangat membantu Ibu . Dengan begitu, Ibu dapat tidur lebih panjang. Disarankan untuk menyusui langsung termasuk saat malam hari.

Sentuhan sang Ayah

Salah satu cara untuk mendekatkan para Ayah dengan bayinya adalah dengan sentuhan langsung dari kulit ke kulit. Minta suami Ibu memeluk si kecil di dadanya agar bayi bergelung, atau bahkan tidur sejenak.
Begitu ikatan batin dengan Ayah terbentuk, bayi Ibu akan merasa lebih nyaman untuk minum ASI perah yang diberikan oleh Ayahnya. Tapi, jangan tersinggung jika bayi Ibu tidak mau minum ASI perah. Sebagian bayi memang tetap lebih suka mengisap ASI langsung dari payudara.

Dukungan suami

Ketika baru melahirkan, tubuh Ibu lemah, hormon belum seimbang, dan repot mengurus bayi. Selama beberapa minggu kondisi seperti ini mungkin tetap berlangsung.
Ayah dapat memberikan dukungan dan pengertian. Terlibat dalam mengatur tugas yang perlu dikerjakan di rumah, dan mengawasi pembantu untuk bersih-bersih, berbelanja, dan memasak.

Minggu, 21 Desember 2008

ASI versus Susu Formula

Komposisi ASI yang unik dan spesifik tak mungkin bisa diimbangi oleh susu formula. Apa saja sih keunggulannya?
Asal Anda tahu, setiap air susu mamalia (makhluk/binatang yang menyusui anaknya), spesifik untuk masing-masing spesiesnya. Jadi ASI manusia ya paling cocok untuk bayi manusia. Jadi, sungguh sayang bila bayi Anda tidak mendapat ASI.
Untuk lebih meyakinkan, berikut beberapa keunggulan ASI dibanding susu formula.

* Sumber gizi sempurna
ASI: Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi. ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Susu formula: Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. P erbandingan whey : casein susu sapi adalah 20:80.

* Mudah dicerna
ASI: Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang lebih 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan, antara lain lipase (untuk menguraikan lemak), amilase (untuk menguraikan karbohidrat), dan protease (untuk menguraikan protein).
Sisa metabolisme yang akan diekskresikan (dikeluarkan) melalui ginjal pun hanya sedikit, sehingga kerja ginjal si kecil menjadi lebih ringan. Asal tahu saja, metabolisme ini penting karena merupakan proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi enerji, sel-sel baru, dan lain-lain.
Susu formula: Sulit dicerna karena tidak mengandung enzim perncernaan. Perlu diketahui, serangkaian proses produksi di pabrik mengakibatkan enzim-enzim pencernaan tidak berfungsi. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme, yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.

* Komposisi sesuai kebutuhan
ASI: Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Perubahan komposisi ASI ini terjadi dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebutuhan gizi bayi. Misalnya, kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal kelahiran sampai kira-kira seminggu sesudahnya) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang memang belum berfungsi optimal.
Selain itu, komposisi ASI pada saat mulai menyusui (fore milk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hind milk). Kandungan protein fore milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan hind milk (berwarna putih dan kental). Walau tampak sehat, pertambahan berat badan bayi yang hanya mendapat fore milk kurang baik. Makanya, jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis.

ASI ibu yang melahirkan bayi prematur juga sesuai dengan kebutuhan bayinya. Antara lain, kandungan proteinnya lebih tinggi dan lebih mudah diserap.
Susu formula: Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).

* Mengandung zat pelindung
ASI: Mengandung banyak zat pelindung, antara lain imunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup, yang perlu untuk membantu kekebalan tubuh bayi. Selain itu, ASI mengandung zat yang tidak terdapat dalam susu sapi, dan tidak dapat dibuat duplikasi atau tiruannya dalam susu formula, yaitu faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli .

Susu formula: Hanya sedikit mengandung imunoglobulin, dan sebagian besar merupakan jenis yang “salah” (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup

* Cita rasa bervariasi
ASI: Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.
Susu formula: Bercita rasa sama dari waktu ke waktu.

Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: Prof. dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Divisi Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Sumber : ayahbunda-online.com