Tampilkan postingan dengan label pompa asi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pompa asi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2009

Memilih Pompa ASI

Pompa ASI yang beredar di pasaran saat ini begitu beragam; dari yang manual hingga elektrik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan sembarang memilih pompa ASI. Harga murah dan model menarik tidaklah cukup.

Salah satu kelebihan pompa ASI manual—karena perangkat yang digunakan sederhana— adalah praktis. Alat ini tidak perlu baterai atau listrik sehingga dapat dibawa ke mana pun ibu pergi, dan umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan yang elektrik. Kekurangannya lebih pada “tenaga” untuk memerahnya yang tidak konstan. Ketika tangan sudah mulai lelah maka tekanan pada pompa pun berkurang dan akan berdampak pada ASI yang dikeluarkan.

Sementara pompa ASI elektrik, keuntungannya adalah tenaga listrik atau baterai memungkinkan pemerahan dilakukan dengan konstan sehingga dapat lebih memaksimalkan pengosongan ASI dari payudara dan membuat produksi ASI tetap maksimal. Jika menggunakan baterai keuntungannya praktis dibawa ke mana saja dibanding menggunakan listrik. Kekurangannya, cepat aus dan baterai harus selalu diganti.

Macam pompa ASI:

  • Pompa ganda untuk dua payudara sekaligus.
  • Pompa ASI model elektrik.
  • Pompa ASI model manual.

Alat bantu menyusui bagi bayi dengan kebutuhan khusus dan bayi adopsi.
* Pompa dengan karet penyedot Alat jenis ini tidak dianjurkan sebab kurang efisien dan tidak sesuai untuk memerah ASI. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam sulit dibersihkan dan tak bisa disterilkan. Sehingga ASI yang tersisa di bagian tersebut bisa menjadi media yang menyalurkan mikroba. Pompa ASI jenis ini hanya dianjurkan untuk mengatasi pembengkakan payudara.
* Pompa elektrik dan bentuk piston
Pompa ASI elektrik dan yang berbentuk piston memenuhi standar untuk memerah ASI, tapi harganya terbilang mahal. Pompa jenis ini memiliki model manual dan elektrik. Pastikan wadah dan katupnya steril ketika dipakai.


Cara memilih pompa ASI antra lain:
1. Aman
Umumnya bentuk pompa ASI sama, yaitu terdiri atas corong untuk bagian payudara, alat memompa serta botol penampungan ASI. Ada juga pompa elektrik yang memiliki 2 corong untuk payudara kanan dan payudara kiri. Dengan begitu kedua dapat sekaligus dipompa secara bersamaan sehingga lebih praktis dan menghemat waktu. Bahan atau material yang digunakan adalah sejenis plastik yang tahan panas. Pemakaian bahan plastik ini juga memudahkan untuk perawatan karena mudah dicuci. Umumnya jenis plastik yang digunakan, yaitu jenis PV (polyvinyl) atau plastik HDPE (High Density Polyethylene). Sebagai informasi, plastik HDPE memiliki kualitas lebih baik di banding plastik PV. Akibatnya pompa yang menggunakan bahan HDPE di pasaran juga lebih mahal. Harga pompa elektrik umumnya juga lebih mahal dibandingkan yang manual.

2. memiliki kecepatan dan kekuatan mengisap yang bisa diatur.

3. sebaiknya bisa bekerja dengan efektif, sehingga merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.

4. Vakum yang dipasang pada areola (lingkaran daerah berwarna hitam di sekitar puting) yang dapat disesuaikan. Setiap wanita memiliki tubuh yang berbeda, jadi sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda.

5. Praktis.
Ada baiknya jika Anda memilih pompa ASI yang berukuran lebih kecil, praktis, ringan, memiliki wadah yang praktis untuk dibawa-bawa. Sediakan kantong penyimpanan ASI sekaligus di dalamnya.Jika Anda ingin dapat tetap bekerja sembari memompa ASI, Anda bisa memilih pompa yang dapat dioperasikan dengan menggunakan kaki, sehingga tangan Anda tetap bebas bergerak selama Anda sedang memompa ASI.

6. Mudah dibersihkan dan digunakan.
Pilihlah alat pompa mudah dibongkar pasang, yang dapat dicuci semua bagiannya, kecuali tempat baterai/mesinnya. Hindari pompa yang hanya terdiri atas balon (pemompa) dan corong karena bagian balon tidak dapat dicuci.

7. Kapasitas lebih besar
Ada jenis pompa yang hanya bisa digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu kesempatan (biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit) tapi ada juga yang dapat sekaligus memompa sepasang payudara dalam satu kesempatan. Dengan demikian, Anda dapat lebih menghemat waktu.

8. pilihlah pompa yang tidak mengeluarkan suara atau pastikan suara yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu.
Pompa ASI yang terlalu bising bisa memengaruhi konsentrasi ketika sedang memerah dan pada akhirnya memengaruhi jumlah perahan ASI.

9. Pompa mempunyai cadangan untuk energi.
Beberapa pompa ASI dilengkapi sistem pengoperasian ganda. Maksudnya, dapat digunakan secara manual sekaligus elektrik. Bahkan beberapa pompa dilengkapi pula dengan baterai cadangan sehingga bila sewaktu-waktu listriknya mati atau ingin memompa di tempat yang tidak ada listrik, pompa ASI tetap dapat digunakan.

Minggu, 07 Desember 2008

Pompa ASI

Jika anda ingin mengumpulkan air susu anda untuk suplemen bayi anda, sebaiknya pelajari dulu cara memerasnya. Memeras air susu dapat dilakukan dengan tangan (secara manual) atau dengan memompa (secara mekanis). Waktu terbaik untuk melakukannya adalah pada saat payudara sedang penuh sementara anda tidak bisa menyusui, atau bayi sudah kenyang sedangkan air susu dalam payudara belum habis. Mulai memeras dari payudara tempat menyusu terakhir.

Sebagai persiapan untuk memeras air susu, baik secara manual maupun mekanis, pertama-tama cuci bersih kedua tangan anda dan pastikan semua wadah dan peralatan (botol, cangkir, pompa, dll) yang akan digunakan dalam keadaan steril. Untuk membersihkan dan mensterilkan pompa, ikutilah petunjuk dari pabrik yang biasanya tertera pada brosur penyerta produk. Anda sebaiknya dalam posisi santai dan nyaman. Ada sebagian wanita yang minum, mendengarkan musik, memikirkan sang bayi, atau mengamati foto bayinya sebelum memeras dengan maksud membantu melancarkan aliran air susunya.

Bila anda memakai pompa untuk mengeluarkan air susu, perhatikan dengan cermat instruksi penggunaan terlampir. Pompa tersebut harus dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan, atau disterilkan sesuai instruksi. Memeras secara mekanis perlu waktu 20 menit. Basahi bagian dalam ketopong (bagian yang ditempelkan ke payudara) dengan air hangat. Pasanglah ketopong ke payudara anda dengan benar sehingga puting keluar dari lobang di bagian tengah. Agar lebih mudah, doyongkan tubuh ke depan sehingga payudara menempel erat dengan ketopong.

Dorong lalu tarik kembali silinder pompa sampai air susu mengalir. Memijat payudara sambil memompa akan lebih melancarkan aliran air susu. Pada saat aliran mengecil menjadi tetesan, lepaskan ketopong secara hati-hati lalu bersihkan payudara dengan kain kering. Pindahkanlah pompa ke payudara kedua mengikuti prosedur yang sama. Sama seperti memeras secara manual, mungkin anda perlu melakukan dari payudara pertama ke payudara kedua berulang-ulang sampai selesai.

Selesai memompa, simpanlah air susu dalam wadah bersih (sebaiknya yang steril) di lemari es atau freezer. Berilah tanggal pemerasan pada wadah. Ikuti petunjuk pabrik tentang cara membersihkan dan menyimpan pompa setelah digunakan.

Sebagian wanita menyewa pompa listrik dari pemasok alat kesehatan, rumah sakit, atau klinik bersalin. Alat ini lebih efisien karena memompa kedua payudara sekaligus, tetapi lebih mahal dan tidak mudah dibawa kemana-mana seperti pompa tipe silinder.