Sabtu, 10 Januari 2009
Daftar Klinik Laktasi di Indonesia
Jl. Agung Perkasa Raya Blok J5 No. 16
Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara
Telp. (021) 651 0183
Jakarta
* PK. St. Carolus
Jl. Salemba Raya No. 41 Jakarta 10440
Telp. (390) 4441 pes. 7257
* RS Husada
Jl. Raya Mangga Besar No. 137-139 Jakarta Barat
Telp. (021) 626 0108
* RSAB Harapan Kita
Jl. S. Parman Kav. 87 Jakarta Barat
Telp. (021) 566 8284 pes. 1205
* RS Pondok Indah
Jl. Metro Duta Kav. VE Jakarta Selatan
Telp. (021) 765 7525
* RS OMC
Jl. Pulomas Barat VI No. 20 Jakarta Timur
Telp. (021) 472 3332
* RS Pertamina Jaya
Jl. Achmad Yani No.2 By Pass Jakarta Pusat
Telp. (021) 421 1911 ext.4254
* RSAL Mintoharjo
Jl. Bendungan Hilir Raya Jakarta Pusat
Telp. (021) 574 9037/574 9038
* RS Bunda Jakarta
Jl. Teuku Cik Ditiro Jakarta Pusat
Telp. (021) 3192 4917
* RS Medistra
Jl. Gatot Subroto Kav. 59 Jakarta Selatan
Telp. (021) 527 7382 ext.217-222
Bekasi
* RSIA Hermina Bekasi
Jl. Kemakmuran No. 39 Margajaya,
BekasiTelp. (021) 884 2121
Depok
* RSIA Hermina Depok
Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok
Telp. (021) 7720 2525
Bogor
* RS PMI Bogor
Jl. Pajajaran 80 Bogor
Telp. (0251) 324080
* RS Azra Bogor
Jl. Pajajaran No. 129 Bogor
Telp. (0251) 318456
Bali
* RSB Puri Bunda
Jl. Gatot Subroto VI/19 Denpasar, Bali
Telp. (0361) 437999 Fax. (0361) 433988
Makassar
* Poltekkes Makassar (Aswita Amir, Siti Mardiah, SKM) Jurusan Gizi
Jalan Paccerakkane KM 14 Daya Makassar
Telp./Fax. (0411) 510197
Batam
* RS AWAL BROS BATAM
Jl. Gajah Mada Kav. I Baloi, Batam
Telp. (0778) 431777
Riau
* RS Awal Bros Pekanbaru
Jl. Jendral Sudirman No.117 Tangkerang Pekanbaru, Riau 28282
Telp.(0761) 47333 ext. 2300
* RS PT Caltex Pacific Indonesia
Pekanbaru Riau
Telp. (0761) 594297
Banten
* RS Misi Rangkasbitung
Jl. Multatuli No. 41Rangkasbitung Lebak, Banten 42311
Telp. (0252) 201014
* RS International Bintaro
Jl. MH Thamrin No.1 Sektor 7 Bintaro Jaya Tangerang, Banten
Telp. (021) 745 5500
* RS. Siloam Gleneagles
Jl. Siloam No. 6Lippo Karawaci Tangerang, Banten
Telp. (021) 546 0055 pes. 7151
Surakarta
* Yayasan Kakak (Fajar Yulianta/Sofie)
Jl. Slamet Riyadi No. 534 B
Telp. (0271) 711453
Medan
* RSU Dr. Pirngadi
Jl. Prof. H.M. Yamin SH. No.47 Medan 20217
Telp. (061) 453 6022 ext. 267
Yogyakarta
* RS Panti Rapih
Jl. Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telp. (0274) 514845 pes. 227
Surabaya
* RS Mitra Keluarga Surabaya
Jl. Satelit Indah II Darmo Satelit Surabaya 60187
Telp. (031) 734 5333
* RS Islam 1
Jl. A. Yani 2-4 (Wonokromo) Surabaya
Telp: (031) 828 4504, 828 4506
Bukan klinik laktasi, tapi bisa konsul ke klinik ibu-anak dan akan diajarkan.
* RS Islam 2
Jl. Jemursari 51-57 Surabaya
Telp: (031) 847 1878, 847 1877
* RSUD Banyumas
Telp. 797111 ext. 144
Semarang
* RS St. Elisabeth
Jl. Kawi No.1
Telp. (024) 831 0076 pes. 7405
Kaltim
* RS Pupuk Kaltim
Jl. Oxygen, Bontang Kalimantan Timur 75313
Telp. (0548) 41118 pes. 237
Makanan untuk Ibu Menyusui
Apa yang seharusnya saya makan?
Sangat penting untuk mengkonsumsi bervariasi makanan termasuk :
Buah-buahan dan sayuran (dapat juga dibuat dalam bentuk jus), merupakan makanan yang kaya serat. Umumnya ibu setelah melahirkan akan mengalami konstipasi (susah BAB) yang kadang dapat sisertai nyeri. Makanan berserat dapat mengurangi keluhan ini
Makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, kentang sebagai sumber energi
Sumber protein seperti daging, dan ayam, telur, sebaiknya mengurangi ikan
Makanan tambahan seperti susu, keju, suplement calsium
Makanan apa yang seharusnya saya hindari?
Makan ikan baik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi, tetapi dianjurkan untuk tidak lebih dari dua porsi dalam seminggu. Ini disebabkan zat-zat polutan yang ada pada ikan dapat ikut melalui ASI dan dapat membahayakan bayi.
Apakah perlu menghindari kacang ?
Kacang merupakan penyebab alergi yang paling sering, mengenai sekitar 1% dari manusia, alergi kacang bisa menyebabkan reaksi yang berat. Bayi anda memiliki resiko tinggi untuk terkena alergi kacang bila anda, suami anda, anak anda yang lain memiliki riwayat alergi makanan atau alergi lain seperti rhinitis alergika, asma, ekzema.
Jika bayi anda memlikiki resiko tinggi, kacang harus dihindari dari bayi anda dengan cara anda tidak mengkonsumsi kacang selama menyusui, dan setidaknya anak tidak boleh makan kacang sampai usia 3 tahun.
Apakah saya memerlukan vitamin suplemen?
Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplement, terutama yang mengandung vit D minimal 10 mcg perhari.
Apakah saya perlu makan lebih ?
Tubuh ibu sangat efisien membentuk ASI jadi anda tidak perlu “makan untuk berdua”. Yang penting makan dengan “diet menu seimbang”.
Apakah saya perlu minum lebih ?
Kita seharusnya minum 6-8 gelas (1,2 liter) perhari. Jika anda menyusui anda membutuhkan lebih banyak minum air dari 6-8 gelas. Jika anda haus, ini berarti anda sudah dehidrasi, jika warna kencing anda pekat ini juga berarti anda kurang minum. Lebih baik jika anda minum sesaat sebelum menyusui bayi. Air putih, susu dan jus merupakan pilihan yang baik. Jangan minum alkohol dan kafein (kopi).
Apakah boleh saya menurunkan berat badan ?
Bukan gagasan yang baik untuk menurunkan berat badan selama anda menyusui, Ini dikarenakan anda membutuhkan energi dan anda dapat menghilangkan kebutuhan nutrisi yang seharusnya didapat oleh bayi anda. Berita baik akan terjadi pengurangan komposisi lemak tubuh dari ibu selama ia menyusui, jadi menyusui akan mempercepat mengembalikan berat badan anda seperti sebelum melahirkan. Jika anda menggunakan “diet menu seimbang”, mengurangi lemak dan gula, fisik yang aktif ini akan membantu anda untuk menurunkan berat badan.
sumber: dokterananakku.com
Jumat, 09 Januari 2009
Payudara sehat saat menyusui
- Puting terasa perih dan / atau retak
- Air susu merembes
Rawat Gusi meski Belum Tumbuh Gigi
Dijelaskan, setelah minum susu, kadang muncul bercak putih yang menempel di gusi dan lidah bayi. Itu sisa-sisa susu. ''Biasanya, bercak putih tersebut muncul pada bayi yang mengonsumsi susu formula. Pada bayi yang minum ASI (air susu ibu), jarang sekali ada bercak ini,'' kata Udijanto.
Bercak putih yang sama juga bisa muncul akibat dot bayi yang tak disterilkan. Atau, bisa juga dari empengan yang kurang bersih. Ahli gigi anak itu mengatakan, dot bayi seharusnya tak dipakai berulang-ulang atau berjam-jam. Sebab, ada kemungkinan dalam dot tersebut sudah ada jamur yang menempel.
Belum lagi kemungkinan dot tersebut jatuh, lalu langsung diberikan lagi ke bayi tanpa dibersihkan ulang. ''Jamur kan banyak yang tak kasat mata. Mana tahu bila dot yang jatuh itu tertempel jamur. Kalau itu terjadi, gusi atau lidah bayi bisa terinfeksi,'' imbuhnya.
Selain itu, lanjut Udijanto, perawatan tersebut juga perlu agar bayi terbiasa menerima sensasi pada gusi yang dibersihkan. ''Itu adaptasi sebelum bayi diajari menyikat gigi. Jika sejak dini orang tua sudah aktif merawat gusi, tak akan sulit mengajari anak menyikat gigi,'' tuturnya.
Cara membersihkan gusi bayi, menurut Udijanto, sangat mudah. Tak perlu meggunakan sikat gigi khusus. Cukup bersihkan gusi dengan kapas atau kassa yang dibasahi air matang. Lalu, pelan-pelan gosokkan ke gusi. ''Jangan gunakan air yang terlalu dingin atau terlalu hangat. Biasanya bayi akan kaget dan tak mau lagi,'' katanya.
Dianjurkan pula membersihkan gusi bayi dengan mengajaknya bermain. Dengan bagitu, bayi tak merasa kesakitan atau terlalu geli. Bila jari tangan orang tua terlalu besar, atau mulut bayi terlalu kecil, bisa dipakai cotton bud yang kapasnya besar. ''Lama-lama bayi akan terbiasa dengan perawatan gusi ini. Jika tahu enaknya gusi dibersihkan, bayi tak akan menolak,'' paparnya.
Sumber : batampos.co.id
Kamis, 08 Januari 2009
Manfaat dan Keunggulan ASI
Bayi manusia akan mencapai 2 kali berat badan lahirnya lebih lambat (6 bulan). Jenis mamalia seperti sapi, kambing, tikus, waktu yang diperlukan untuk mencapai 2 kali berat badan lahir yaitu berturut-turut 47 hari, 19 hari dan 6 hari.
- Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi
Lemak
Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Walaupun kadar lemak ASI tinggi, namun mudah diserap oleh bayi karena adanya trigliserida dalam ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI.
ASI mengandung asam lemak esensial yaitu asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3). Kedua asam lemak tersebut adalah precursor asam lemak tidak jenuh rantai panjang disebut docosahexaenoic acid (DHA) berasal dari omega 3 dan arachidonik acid (AA) berasal dari omega 6, yang fungsinya sangat penting untuk pertumbuhan otak anak.
Kadar lemak ASI matur dapat berbeda menurut lama menyusui. Pada permulaan menyusu (5 menit pertama) disebut foremilk dimana kadar lemak ASI rendah (1-2 g/dl) dan tinggi pada hindmilk (ASI yang dihasilkan pada akhir menyusu, setelah 15-20 menit).
Karbohidrat
Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa, yang kadarnya paling tinggi disbanding susu mamalia lain. Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim lactase yang sudah ada dalam mukosa saluran cerna bayi sejak lahir. Laktosa juga merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.
Protein
Protein dalam susu adalah kasein dan whey. Kadar protein ASI 60% adalah whey, yang lebih mudah dicerna disbanding kasein (protein utama susu sapi). Kecuali mudah dicerna, dalam ASI tersapat dua macam asam amino yang tidak terdapat dalam susu sapi yaitu sistin dan taurin. Sistin diperlukan untuk pertumbuhan somatik, sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak.
Garam dan mineral
ASI mengandung garam dan mineral yang rendah. Hal ini sangat menguntungkan bagi neonatus karena fungsi ginjal yang belum optimal.
ASI mengandung zat besi dalam jumlah yang sedikit, namun mudah diserap dibandingkan zat besi dalam susu sapi.
Vitamin
ASI mengandung vitamin yang diperlukan oleh bayi. Vitamin K yang diperlukan untuk proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap.
- Mengandung zat Protektif
Laktobasilus bifidus
Laktobasilus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E. coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Laktobasilus mudah tumbuh cepat dalam usus bayi yang mendapat ASI. Susu sapi tidak mengandung faktor ini.
Laktoferin
Laktoferin adalah protein yang berikatan dengan zat besi. Laktoferin bermamfaat untuk menghambat pertumbuhan E. coli dan jamur kandida.
Lisozim
Lisozim meningkat pada 6 bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini merupakan keuntungan karena setelah 6 bulan bayi mulai mendapat makanan tambahan dan lisozim merupakan faktor pelindung terhadap kemungkinan serangan bakteri dan penyakit diare pada periode ini.
Antibodi
ASI terutama kolustrum mengandung immunoglobulin yaitu secretory IgA (SIgA), yang berguna untuk pertahanan tubuh bayi.
Tidak menimbulkan alergi
Pada bayi baru lahir system IgE belum sempurna. Pemberian susu formula akan merangsang aktivasi system ini dan dapat menimbulkan alergi. ASI tidak menimbulkan efek ini. Pemberian protein asing yang ditunda sampai mur 6 bulan akan mengurangi kemungkinan alergi ini.
- Efek psikologis yang menguntungkan
Waktu menyusu kulit bayi akan menempel pada kulit ibu. Kontak kulit yang dini ini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan bayi kelak. Dengan foto inframerah, payudara ibu menyusui lebih hangat disbanding ayudara ibu yang tidak menyusui.
Interaksi yang timbul waktu menyususi antara ibu dan bayi akan menimbulkan rasa aman bagi bayi. Perasaan aman ini penting untuk menimbulkan dasar kepercayaan pada bayi (basic sense of trust), yaitu dengan mulai dapat mempercayai orang lain (ibu) maka akan timbul rasa percaya pada diri sendiri.
- Menyebabkan pertumbuhan yang baik
Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, dan mengurangi kemungkinan obesitas. Frekwensi menyusui yang sering (tidak dibatasi) akan menyebabkan volume ASI yang dihasilakan lebih banyak.
- Mengurangi kejadian karies dentis
Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi disbanding yang mendapat ASI, karena kebiasaaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.
- Mengurangi kejadian maloklusi
Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.
Manfaat ASI untuk ibu
- Aspek kesehatan ibu
Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin. Oksitosin membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya perdarahan paska persalinan, menunda proses haid dan mengurangi prevalensi anemia. - Aspek keluarga berencana
ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan. - Aspek psikologis
Ibu akan merasa bangga dan diperlukan, jika dapat menyusui bayinya, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.
Manfaat ASI untuk keluarga
ASI tidak perlu dibeli sehingga ekonomis dan praktis karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja.
Manfaat ASI untuk Negara
Pemberian ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, mengurangi subsidi untuk rumah sakit, mengurangi devisa untuk membeli susu formula dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Sumber :
Manajemen laktasi, Perinasia, Jakarta, 2004.
Mengenal ASI eksklusif, Utami Roesli, Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta, 2005
Minggu, 04 Januari 2009
Good News for Flat Nipple Breastfeeding
Bagaimana menguji bila anda memiliki puting terbalik atau tidak?
Tekanlah daerah aerola menggunakan jempol dan telunjuk, persis hingga bagian ujung puting. Jika ujung putting melesak keluar, meskipun sedikit, artinya puting anda tidak terbalik. Namun, jika ujing puting melesak ke dalam payudara, dan perlu diberikan perlakuan khusus. Kadang kala, puting yang menonjol ketika ditekan malah melesak ke dalam: fenomena ini dinamakan pseudoinverted nipples, dan juga perlu dirawat secara khusus.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menarik keluar puting
Ada beberapa tehnik yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan puting agar bayi bisa lebih mudah melakukan pelekatan. Tehnik- tehnik ini bisa dilakukan saat hamil maupun saat memulai menyusui.
Menggunakan breast shells.
Breast shells, atau mangkuk payudara, meningkatkan elastisitas kulit selama kehamilan. Breast shell menekan aerola dengan lembut dan konstan sehingga menarik puting keluar. Mangkuk payudara ini dipakai di dalam bra yang sebaiknya dipilih berukuran lebih besar agar dapat menampung mangkuknya. Idealnya, breast shell ini mulai digunakan pada trimester ketiga kehamilan untuk beberapa jam sehari hingga secara bertahap digunakan semakin sering. Saat bayi lahir bisa digunakan sekitar 30 menit sebelum menyusui untuk membantu mengeluarkan puting. Namun, jangan gunakan saat malam hari dan ASI yang tertampung di dalamnya harus dibuang.
Hoffman Technique.
Melakukan teknik ini beberapa kali dalam sehari dapat membantu melepaskan lekatan pada dasar puting. Cara melakukanya: letakkan ibu jari pada puting-tepat pada dasar puting, bukan aerola. Kemudian tekan lembut, pada saat bersamaan tarik ibu jari menjauh satu sama lain. Sehingga puting akan meregang keluar. Lakukan 5 hari sekali dengan pposisi ibu jari yang berpindah pindah.
Pompa ASI.
Setelah kelahiran, penggunaan pompa ASI yang efektif sangat membantu menarik puting yang rata atau tenggelam sebelum menyusui untuk mempermudah pelekatan.
Stimulasi pada puting.
Setelah kelahiran, bila puting agak menonjol dan dapat dipegang, ibu bisa melakukan gerakan menggulung pada puting dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk selama satu atau dua menit lalu segera sentuh puting dengan kain yang lembab dan dingin atau es batu yang dibungkus kain (hindari penggunaan es secara terus menerus karena dapat menghambat ‘letdown reflex’ dan membuat puting terlalu kebas tidak sensitif).
Menarik payudara ke belakang saat pelekatan.
Saat Anda menyangga payudara untuk melakukan pelekatan dengan posisi ibu jari diatas dan empat jari lain di bawah payudara menyorong menjauh dari dada, tarik payudara sedikit ke belakang ke arah dada (arah ibu) untuk membantu puting agar menonjol.
Nipple shield/ sambungan puting.
HANYA DIGUNAKAN SEBAGAI PILIHAN TERAKHIR, nipple shield berbentuk seperti puting terbuat dari silikon, digunakan pada puting ibu selama menyusui sehingga memungkinkan bayi melakukan pelekatan. Untuk mencegah bayi tergantung pada nipple shield, penggunaan nipple shield harus segera dihentikan begitu bayi mampu menyusu dan melakukan pelekatan dengan baik.
Yang patut diingat adalah bayi jangan sampai menghisap ujung puting saja. Bayi harus memasukkan seluruh puting termasuk aerolanya ke dalam mulutnya.
Pada dasarnya, hari-hari awal setelah melahirkan adalah proses belajar baik untuk ibu dan juga untuk bayi, yang memerlukan kesabaran dan ketabahan.
Referensi
↑ BMSG. Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised. Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001.
Sumber : asuh.wikia.com & keluargaandike.multiply.com
Sabtu, 03 Januari 2009
Memilih Pompa ASI
Salah satu kelebihan pompa ASI manual—karena perangkat yang digunakan sederhana— adalah praktis. Alat ini tidak perlu baterai atau listrik sehingga dapat dibawa ke mana pun ibu pergi, dan umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan yang elektrik. Kekurangannya lebih pada “tenaga” untuk memerahnya yang tidak konstan. Ketika tangan sudah mulai lelah maka tekanan pada pompa pun berkurang dan akan berdampak pada ASI yang dikeluarkan.
Sementara pompa ASI elektrik, keuntungannya adalah tenaga listrik atau baterai memungkinkan pemerahan dilakukan dengan konstan sehingga dapat lebih memaksimalkan pengosongan ASI dari payudara dan membuat produksi ASI tetap maksimal. Jika menggunakan baterai keuntungannya praktis dibawa ke mana saja dibanding menggunakan listrik. Kekurangannya, cepat aus dan baterai harus selalu diganti.
Macam pompa ASI:
- Pompa ganda untuk dua payudara sekaligus.
- Pompa ASI model elektrik.
- Pompa ASI model manual.
Alat bantu menyusui bagi bayi dengan kebutuhan khusus dan bayi adopsi.
* Pompa dengan karet penyedot Alat jenis ini tidak dianjurkan sebab kurang efisien dan tidak sesuai untuk memerah ASI. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam sulit dibersihkan dan tak bisa disterilkan. Sehingga ASI yang tersisa di bagian tersebut bisa menjadi media yang menyalurkan mikroba. Pompa ASI jenis ini hanya dianjurkan untuk mengatasi pembengkakan payudara.
* Pompa elektrik dan bentuk piston
Pompa ASI elektrik dan yang berbentuk piston memenuhi standar untuk memerah ASI, tapi harganya terbilang mahal. Pompa jenis ini memiliki model manual dan elektrik. Pastikan wadah dan katupnya steril ketika dipakai.
Cara memilih pompa ASI antra lain:
1. Aman
Umumnya bentuk pompa ASI sama, yaitu terdiri atas corong untuk bagian payudara, alat memompa serta botol penampungan ASI. Ada juga pompa elektrik yang memiliki 2 corong untuk payudara kanan dan payudara kiri. Dengan begitu kedua dapat sekaligus dipompa secara bersamaan sehingga lebih praktis dan menghemat waktu. Bahan atau material yang digunakan adalah sejenis plastik yang tahan panas. Pemakaian bahan plastik ini juga memudahkan untuk perawatan karena mudah dicuci. Umumnya jenis plastik yang digunakan, yaitu jenis PV (polyvinyl) atau plastik HDPE (High Density Polyethylene). Sebagai informasi, plastik HDPE memiliki kualitas lebih baik di banding plastik PV. Akibatnya pompa yang menggunakan bahan HDPE di pasaran juga lebih mahal. Harga pompa elektrik umumnya juga lebih mahal dibandingkan yang manual.
2. memiliki kecepatan dan kekuatan mengisap yang bisa diatur.
3. sebaiknya bisa bekerja dengan efektif, sehingga merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.
4. Vakum yang dipasang pada areola (lingkaran daerah berwarna hitam di sekitar puting) yang dapat disesuaikan. Setiap wanita memiliki tubuh yang berbeda, jadi sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda.
5. Praktis.
Ada baiknya jika Anda memilih pompa ASI yang berukuran lebih kecil, praktis, ringan, memiliki wadah yang praktis untuk dibawa-bawa. Sediakan kantong penyimpanan ASI sekaligus di dalamnya.Jika Anda ingin dapat tetap bekerja sembari memompa ASI, Anda bisa memilih pompa yang dapat dioperasikan dengan menggunakan kaki, sehingga tangan Anda tetap bebas bergerak selama Anda sedang memompa ASI.
6. Mudah dibersihkan dan digunakan.
Pilihlah alat pompa mudah dibongkar pasang, yang dapat dicuci semua bagiannya, kecuali tempat baterai/mesinnya. Hindari pompa yang hanya terdiri atas balon (pemompa) dan corong karena bagian balon tidak dapat dicuci.
7. Kapasitas lebih besar
Ada jenis pompa yang hanya bisa digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu kesempatan (biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit) tapi ada juga yang dapat sekaligus memompa sepasang payudara dalam satu kesempatan. Dengan demikian, Anda dapat lebih menghemat waktu.
8. pilihlah pompa yang tidak mengeluarkan suara atau pastikan suara yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu.
Pompa ASI yang terlalu bising bisa memengaruhi konsentrasi ketika sedang memerah dan pada akhirnya memengaruhi jumlah perahan ASI.
9. Pompa mempunyai cadangan untuk energi.
Beberapa pompa ASI dilengkapi sistem pengoperasian ganda. Maksudnya, dapat digunakan secara manual sekaligus elektrik. Bahkan beberapa pompa dilengkapi pula dengan baterai cadangan sehingga bila sewaktu-waktu listriknya mati atau ingin memompa di tempat yang tidak ada listrik, pompa ASI tetap dapat digunakan.
Donor ASI - Aman Ngga Ya?
Hal ini semakin menegaskan perlunya dan pentingnya pemberian ASI bagi seorang bayi, terutama bayi prematur. Sayang sekali, karena satu dan lain hal banyak wanita yang tidak dapat menyusui bayinya, namun karena mengakui keunggulan ASI dan ingin menghindari berbagai macam masalah kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan anak yang terkait dengan penggunaan susu formula, maka para wanita tersebut tetap ingin memberikan ASI kepada bayi-bayi mereka. Di sisi lain, beberapa ibu mempunyai produksi dan simpanan ASI perah yang berlebih, sehingga sayang untuk dibuang dan mereka memilih untuk mendonorkan ASI perah tersebut. WHO sendiri telah menetapkan protokol pemberian asupan bagi bayi sesuai dengan urutannya sebagai berikut: (1) ASI langsung dari ibunya, (2) ASI perah dari ibunya, (3) ASI donor dari ibu lain, dan (4) susu formula.
Dalam hal berbagi ASI atau melakukan dan menerima donor ASI, memang ada beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan. Artikel ini akan membahas dari segi kesehatan.
HIV/AIDS
Walaupun penelitian terbaru yang dilakukan telah menemukan bahwa apabila seorang ibu yang positif HIV menyusui secara eksklusif bayinya selama 6 bulan, maka justru akan menurunkan resiko penularan terhadap bayinya, namun dalam hal berbagi ASI, seorang ibu yang positif HIV tidak dianjurkan untuk mendonorkan ASI (kekhawatiran terhadap resiko penularan serta efek sampingan dan terapi pengobatan yang sedang dijalankan). Di luar negeri, ASI donor secara rutin di-pasteurisasi, karena virus HIV dapat di non-aktifkan dengan memanaskan ASI pada suhu derajat yang tinggi. Pasteurisasi dapat juga dilakukan di rumah
Hepatitis B dan C
Secara teori, memang ada kemungkin resiko penularan virus Hepatitis B dan C, tetapi ini hanya akan terjadi apabila ASI yang didonorkan terkontaminasi oleh darah seorang ibu yang menderita penyakit tersebut (kontaminasi darah dalam ASI yang disebabkan, misalnya, oleh putting luka/lecet).
TBC
Resiko penularan TBC melalui ASI donor hampir tidak ada, kecuali apabila ibu yang mendonorkan ASI menderita infeksi TBC yang memang terlokalisasi di daerah payudara, kasus yang sangat jarang terjadi. Resiko penularan TBC pada seorang bayi yang sedang menyusu akan terjadi ketika ibunya yang terinfeksi dengan penyakit tersebut bernafas atau batuk tepat di muka bayinya, sehingga partikel-partikel TBC akan terhirup langsung oleh bayi. Penularan tidak terjadi melalui ASI.
CMV (cytomegalovirus) dan HTLV (human T lymphotropic virus)
Seorang ibu yang terinfeksi dengan CMV, maka ada kemungkinan ASI-nya juga mengadung virus tersebut sehingga timbul resiko penularan terhadap bayinya. Namun demikian, karena manfaat pemberian ASI jauh melebihi resiko penularan itu sendiri (resiko penularannya tergolong kecil), dan karena ASI mengadung zat-zat antibodi yang melindungi terhadap penyakit CMV, maka ibu yang terinfeksi CMV tetap dianjurkan untuk terus menyusui bayinya. Untuk donor ASI, ibu yang terinfeksi dengan CMV tidak dianjurkan untuk menyumbangkan ASI-nya.
Sama dengan kasus seorang ibu yang menderita penyakit HIV/AIDS dan CMV, seorang ibu yang terinfeksi HTLV juga tidak disarankan untuk menyumbangkan ASI-nya. Namun demikian, HTLV-1 (dan seluruh sel-selnya) akan musnah dalam jangka waktu 20 menit dengan memanaskan pada suhu 56°C (atau dalam jangka waktu 10 menit pada suhu 56°C), atau membekukan pada suhu -20°C selama 12 jam. (56 May JT. Molecular Virology: Tables of Antimicrobial Factors and Microbial Contaminants in Human Milk. Table 7: Effect of heat treatment or storage on antimicrobial factors in human milk).
Rokok, Narkoba dan Alkohol
Penting untuk mengetahui apakah ibu yang mendonorkan ASI adalah seorang perokok, sering mengkonsumsi alkohol (kurang dari 1 gelas per hari biasanya dianggap aman – tetapi alkohol dapat menyebabkan gangguan tidur pada bayi), dan mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang besar (lebih dari 1-2 cangkir perhari – dapat menyebabkan bayi menjadi rewel). Penggunaan seluruh jenis narkotika dan obat-obatan terlarang adalah tidak aman.
Obat-obatan
Sebagian besar obat-obatan yang dijual secara bebas maupun yang diresepkan oleh dokter adalah tergolong aman, dan daftar obat-obatan yang termasuk tidak aman bagi seorang ibu yang menyusui sangat pendek. Contoh obat-obatan yang aman termasuk antibiotika, obat asma, tiroid dan anti-depresan. Untuk referensi tingkat keamanan obat-obatan yang dikonsumsi oleh seorang ibu menyusui, dapat menggunakan buku karangan Thomas Hale, berjudul “Medications and Mothers Milk”, atau gunakan daftar yang diterbitkan oleh AAP (American Academy of Pediatrics) (The Transfer of Drugs and Other Chemicals Into Human Milk — Committee on Drugs 108 (3): 776 — AAP Policy), atau gunakan LactMed Search. Catatan, bank ASI yang terdapat di luar negeri sebagian besar tidak menerima donor ASI dari seorang ibu yang sedang mengkonsumsi obat-obatan maupun seorang ibu yang merokok.
Sumber : Mia Sutanto, SH, LLM, Konselor Laktasi
(Massachusetts Breastfeeding Coalition, March 2005 dan GUIDELINES FOR THE ESTABLISHMENT AND OPERATION OF HUMAN MILK BANKS IN THE UK dan Nutritional Support of the VLBW Infant)